Home » , » Memperingati Maulid Nabi Muhammad Di Denmark Bersama Tgk.Yusri Puteh

Memperingati Maulid Nabi Muhammad Di Denmark Bersama Tgk.Yusri Puteh

Published by Lam Tamiang on Sunday, 22 March 2015 | 09:50


WAA - Denmark : Jumat 20/03/2015 seperti yang di ungkapkan langsung oleh Tgk Yusri Puteh dalam perbincangan dengan salah seorang aktivis WAA ( Arspr Kbh) melalui telefon. Untuk memenuhi undangan kehormatan ini, beliau harus menempuh penerbangan dalam waktu kurang lebih 15 jam.

Perjalanan mulai dari Jakarta ke denmark dengan 3 kali translit (Jakarta, Singapura, Istambul dan Denmark).


Setiba di bandara Aalborg Lufthavn, Tgk Yusri Puteh di sambut oleh ketua masyarakat aceh di Denmark " Tarmizi Busu " beserta rombangan, termasuk aktivis WAA dengan sambutan yang meutjen lagaina.

Maulid Nabi 

Sabtu 21/03/2015, masyarakat aceh yang berdomisili di denmark mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di gedung Omnihuset Flistedvej 10, 9000 Aalborg Nordjylland – Denmark. Tempat acara di buka meulai pukul 09:30 pagi sampai dengan 19:30,


Alhamdulillah dalam sempena memperingati maulid nabi Muhammad tahu ini, dapat bersama dengan salah seorang penceramah kondang dari Aceh, Tgk. Yusri Puteh yang berasal dari kabupaten Pidie tepatnya di kota sigli untuk membawakan ceramah maulid dengan tema ” Keteladanan Rasulullah dalam kehidupan ”.

Itu semua terlaksana berkat adanya kebersamaan dalam mempererat silaturrahmi dan dukungan masyarakat aceh denmark untuk mempersiapkan segala akomudasi.

Dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW beliau menyampaikan tausianya sama sebagaimana layaknya di aceh ,” Lage di gampöng hana meubeda, acara khanduri sama yang pasti lage di gampöng ” artinya seperti layaknya di kampung tidak perbedaan, dengan acara kenduri bersama-sama yang pastinya sama percis seperti di nanggroë Aceh. Ujar tgk.Yusri Puteh via telephon seluler pada (Arsppr Kbh).

Menurut beliau trandisi masyarakat aceh di Denmark ”menyoé lön kalon saban, cuman karna menyoé di nengroé gob ken beda beok bak lingkungan, menyoé sabe kedroé droé teuh saban ”. Yang artinya ” kalau saya lihat sama, cuman kalau di negeri orang kan bedak sedikit aja terhadap lingkungannya, kalau sesama sendiri ya sama ".


Tak ubahnya seperti di aceh, mulai dari zikir dan makan khaduri bersama serta dakwah maulid, ini bagian dari pada masyarakat aceh yang berada di europa untuk melepaskan rindu suasana maulid di negeri aceh tercinta dan juga rasa mencitai baginda Nabi Muhammad Saw.

Oleh; Arspr Kbh : 0001

Komentar