Headlines News
Featured
Articles

Berita
Europa

Pro
Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk beri penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijjriah

thumbnail

Published by waa aceh on Friday, 25 October 2019 | 06:05

WAA: Aalborg - Tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijjriah jatuh pada tanggal 1 September 2019. Bulan Muharram merupakan suatu bulan sakral pada kalender Islam karena memiliki makna “ terlarang “. Dalam bulan ini, seseorang dilarang terlibat dalam perang atau kekerasan jenis apapun.
Bertepatan hari tahun baru Islam, 1 Muharram 1441 Hijjriah. 

Beberapa aktivis WAA dan anak-anak Aceh menyambut tahun baru Islam di Kota Aalborg dengan melakukan pawai.

Sebelum melakukan pawai, kami berkumpul di taman Tivoli Aalborg untuk membuat persiapan. Kegiatan Pawai dimulai dari taman tivoli menuju Mesjid sekitar pukul 13:30.
Ini Kegiatan yang sangat istimewa karena kami masih mendapat kesempatan untuk memuliakan Tahun baru Islam dengan acara pawai dan juga bisa membuat satu program yang dapat memperkenalkan kepada generasi Aceh diluar negeri budaya-budaya Islam.

Anak-anak pun sangat senang dan bergembira disaat kita memperkenalkan sesuatu yang baru. Mereka secara langsung tentu dapat suatu pelajaran yang sagat mulia. Selesai acara pawai, kita juga memberi kejutan kepada anak-anak, yaitu dengan memberi alakadar bingkisan hadiah satu persatu kepada mereka sebagai penyemangat dan rasa syukur.

Dengan mementum pergantian tahun baru islam, maka senatiasa kita semua memperbanyak lagi mengerjakan amalan-amalan baik pada bulan Muharram, InsyaAllah sebelas bulan yang lain ikut membawa kita selalu Hijjriah dalam iman dan takwa.

Seulamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1441 Hijjriah. Seumoga kita semua diberikan oleh Allah Swt Hijjriah dalam kebaikan.


Penulis: 
Koordinator WAA, Nekhasan

Program Terbaru WAA 2019 Memperkenal Mesjid Pada Anak-anak Aceh di Kota Aalborg

thumbnail

Published by waa aceh on Thursday, 24 October 2019 | 01:29

WAA: Aalborg/12/01/19, Awal Tahun 2019 WAA menjalankan program terbaru bersama aktivis World Achehnese Association kepada anak-anak Aceh di kota Aalborg - Danmark, yaitu program memperkenal Mesjid untuk anak-anak kecil. InsyaAllah rencana kedepan nya nanti kita priyoritas membawa satu kali dalam sebulan.

Ini suatu pelajaran penting tahap awal yang perlu kita beri pada anak-anak dalam mencintai Mesjid. Apalagi mereka lahir dan tinggal di negara yang non muslim tentu mesjid tidak banyak serta jarang dijumpai atau dilihat.

Mudah mudahan program mulia ini bisa terlaksana secara berkesinambungan sehingga anak anak dapat terbiasa untuk memakmurkan mesjid dan memahami secara bertahap fungsi mesjid sebagai tempat beribadah kepada Allah Swt.

Salam

TeamWAA
Formand/Koordinator WAA
Hassan Basri Slm
Tlpn: +4523479363 / 81748444

Adresse WAA : Sankt Peders Gade 12, 9400 Nørresundby.
CVR-Nr.34034869


Selamat Memperingati Hari Milad Gerakan Atjèh Meurdéhka (GAM) Yang Ke 42 Tahun.

thumbnail

Published by waa aceh on Wednesday, 23 October 2019 | 04:03

WAA : Aalborg, Selasa 04/12/18. Sejarah yang telah membesarkan nama Aceh dan marwah bangsa Aceh Ban Sigôm Donja. Perlu di ingat ! Bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah dan mampu menghidupkan kembali sepanjan masa.

Perjuangan bangsa Aceh belum berakhir di arena perdamaian, masih banyak hal yang harus kita perjuangkan dan berbuat untuk kepentingan bangsa sebagaimana yang telah Indatu kita lakukan.
Begitu juga sejarah perjuangan Gerakan Aceh merdeka (GAM) yang perlu diperingati oleh semua komponen bangsa Aceh setiap tahun Ban Sigom Donja. Perjuangan GAM yang sudah mencapai 42 tahun dengan penuh tantangan dan bermacam pengorbanan mampu dilakukan oleh bangsa demi mengwujudkan kaudaulatan bangsa Aceh yang hilang ( dijajah ).

Sesuai seumangat seunambong Perjuangan Neugara Aceh (Successor State), seperti yang diproklamirkan pada 4 december 1976 oleh  Paduka Njang Mulia Wali Neugara Aceh Alm. Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan dibukukan sebagai pedoman referensi sejarah untuk generasi bangsa.
Karena Aceh sudah melewati berbagai macam proses perjuangan yang begitu lama. Sekarang kita hidup diranah perdamaian, tentu saja kita menggunakan momen tersebut untuk menempuh perjuangan dijalur politik, perjuangan yang mengenyampingkan kekerasan dan tumpah darah.

Tugas kita semua komponen bangsa Aceh untuk merawat perjuangan politik lokal dan international dalam situasi Aceh damai. Pada saat ini kita bebas bergerak dan bebas menyatakan hak politik kita sebagaimana diatur dalam kewenangan Aceh.

Pada hari milad GAM yang ke 42 tahun ini. Kita selaku anak bangsa bisa merenungi bersama, begitu besar pengorbanan mereka untuk bangsa. Jangan sia sia kan pengorbanan dan keikhlasan mereka yang sudah memperjuangkan Aceh dari masa ke semasa. Sebagai rasa terimakasih kita senantiasa tidak lupa mengirim Doa kepada para syuhada.

Begitu juga harap kita kepada kepemimpinan GAM dan pemerintah Aceh harus mempunyai strategi perjuangan politek yang mampu memperjuangkan hak hak kemerdekaan semua rakyat Aceh.
Jangan terlena dalam damai, dan meunyia nyiakan kesempatan yang ada. “ Bek hanya peugah-peugah mantông pubuët buët untuk perjuangan Aceh merdeka, padahai ka peubuët buët perjuangan sira sambélan “ tetapi buktikan pada bangsa dan rakyat Aceh bahwa GAM dan pemerintah Aceh “ sabôh kheuën “ (seiya sekata) untuk Aceh yang lebih baik dimasa akan datang.

4 Desember 1976 - 4 Desember 2018

Penulis: Aktivis WAA
Jamal Ari


Selamat Tahun Baru Islam 1440 Hijjriah

thumbnail

Published by waa aceh on Monday, 21 October 2019 | 00:09

WAA : Tanpa terasa hari berganti semakin cepat meninggalkan hari-hari yang lalu berganti dengan hari yang baru, kita pasti pernah merasakan bahwa perasaan semua kejadian yang berlalu begitu cepat.

Satu tahun sudah berlalu meninggalkan banyak cerita dan kenangan yang mungkin tidak akan terlupakan. Satu hal yang perlu diketahui bahwa tahun lalu tidak akan pernah kembali lagi.

Semoga kita tahun depan menjadi lebih baik lagi, mulailah kebaikan dihari-hari yang baru. Kita sebagai umat muslim harus turut berbahagia datangnya Tahun Baru Islam karena itu sebagai tanda ketakwaan kita.

Renungan untuk kita semua, apa saja yang sudah kita lalui selama setahun penuh ini, mungkin terdapat banyak kesalahan dan dosa yang sudah kita lalui.


Tentu saja harapannya tahun depan bisa menjadi sarana untuk meningkatkan ibadah, mengurangi dosa dan meningkatkan ibadah. Semoga kedepan bisa hijrah dari syirik menuju tauhid, dari munafik menuju sidiq, dari cinta dunia menuju cinta akhirat.

Satu ucapan bisa jadi satu kebaikan yang mungkin akan menjadi amal jariah dikemudian hari, semoga kita bisa semakin baik lagi ditahun berikutnya.


Koordinator WAA
Nekhasan


Selamat Hari Raya Kurban 1439 H - 2018

thumbnail

Published by waa aceh on Thursday, 17 October 2019 | 06:57

Aalborg: Idul Adha adalah saat nya untuk merayakan semangat kami dalam berkurban, harapan kami pada ampunan dan keteguhan kami dalam beriman.

Jadikanlah setiap nafas kami sebagai bukti cinta kepada Mu ya Allah dan pengorbanan kami sebagai bukti kami mendekati panggilan Mu ya Allah.

World Achehnese Association ( WAA) meungucapkan “ Selamat Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban 1439 H - 2018 “ kepada umat Islam di seluruh dunia.

Minal aidin walfaidin, mohon maaf lahir dan Batin.

Koordinator WAA
Hassan Basri Slm
Tlpn: +4523479363

Tiga belas tahun perdamaian Aceh RI/GAM

thumbnail

Published by waa aceh on Wednesday, 16 October 2019 | 05:01

WAA: Dari awal mulanya perdamaian Aceh hingga sampai pada hari ini 15 agustus 2018 yang sudah genap usia 13 tahun. Perdamaian aceh terus di diskusikan dan dibicarakan dalam forum forum nasional dan international.

Tentu saja tidak terlepas dari dua topik, baik dan buruk Nya proses pelaksanaan perdamaian tersebut di Aceh.

Dalam hemat saya, tiga belas tahun itu masa yang lumayan lama. Namun sayang, proses  perjalanan yang panjang itu dalam merawat perdamaian Aceh ternyata masih abal-abal dan banyak poin MoU yang di tanda tangani GAM dan RI di Helsinki, Finlandia 15 Agustus 2005 tidak berjalan sesuai harapan serta terbukti gagal di implementasikan oleh pemerintah Aceh.

Yang beruntung pihak RI sudah mendapat penghargaan dari pihak internasional, mereka mendapatkan (Nobel perdamaian).

Sedangkan dari pihak GAM tidak mendapatkan apa apa ( Es kosong ), kewenangan Aceh tidak jelas dan data yang terbukti dilapangan adalah gagalnya integrasi kepada Eks kombat GAM. Begitu juga GAM belum mampu untuk memerdekakan Aceh, malah mereka Terjebak dengan kekuasaan hingga cerai berai sesama rakan seperjuangan. Siapa yang harus di persalahkan?

Kedepan kita harapkan GAM sanggup menciptakan kader kader muda dari putra putri Aceh yang berjiwa Seperti Iskandar Muda. Jika tidak (Tetapi ini bukan harapan), maka tunggulah kehancuran dan Bom waktu yang akan meletus di Aceh lagi. Jangan katakan mimpi, ini adalah sejarah yang mungkin berulang, sejak masa Belanda tidak pernah habis gerakan yang terus melawan Belanda walaupun di akhirnya mereka kalah.

Menurut statistik serve Indonesia 13 tahun perdamaian di Aceh, Aceh adalah provinsi yang termiskin di Indonesia.

Seperti Nya Indonesia masih tidak ingin Aceh bangkit dari kemiskinan dengan memutar balikan fakta dan undang undang negara untuk Aceh, hingga menjadi susahnya masuk investasi dari luar negeri ke Aceh. Tambah lagi dengang perilaku pemerintah pusat ( indonesia ) yang masih curiga Aceh ingin merdeka, sehingga masih ada upaya pusat mempermainkan hak hak Aceh sesuai kekususan Nya.

Saya juga mengutip opini-opini dari pada para Elit politik baik tingkat nasional dan internasional, kendalanya implementasi MoU Helsinki Ini adalah Bom waktu yang diciptakan oleh pihak RI/GAM.
Jika perdamaian ini tidak sanggup mensejahterakan masyarakat Aceh, maka perdamaian ini tidak akan bertahan lama dan ini harus menjadi perhatian serius oleh kedua pihak RI/GAM.


Bagi penulis berpendapat, jika perdamaian ini  tidak menjadi hikmah dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Aceh, maka susunlah strategi oleh para Mahasiswa, Akademi, Intelektual, Tokoh Ulama, Tokoh masyarakat  dan semua Elemen bangsa Aceh untuk membuat muwafakat rakyat. Apa yang diperlukan Oleh masyarakat Referendum Merdeka atau Tetap dengan Indonesia. 

Penulis Aktivis WAA,


Wareeh, 15/08/18

Seulamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 2018

thumbnail

Published by waa aceh on Tuesday, 15 October 2019 | 01:14

Aalborg : Jadikan ramadhan ini yang terbaik dan terindah dalam seujarah kehidupan kita. Setidaknya ada dua macam tipe manusia dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan; Pertama, adalah mereka yang cerdas dalam menyongsong Ramadhan.

Siapakah mereka?, Mereka adalah yang senantiasa memohon kepada Allah ﷻ agar diberikan umur panjang dan kesempatan menjumpai bulan suci Ramadhan. Selalu berharap agar Allah ﷻ menolongnya dalam berpuasa, qiyamullail (shalat malam), memperbanyak amal shalih, dan menjauhi maksiat di bulan mulia tersebut, sebab bulan ramadhan merupakan peluang bagi kehidupan seorang muslim.


Sebagaimana dalam sebuah hadits,
"Barang siapa yang berpuasa ramadhan dalam keadaan beriman dan ihtisab (mengharap pahala Allah), niscaya diampuni baginya apa² yang telah lewat dari dosa-dosanya". [Muttafaq 'Alaih]

Dan hadits lain,


"Barang siapa yang berdiri (qiyamul lail) pada bulan ramadhan dalam keadaan iman dan ihtisab niscaya akan diampuni baginya apa² yang telah lewat dari dosa-dosanya". [Muttafaq 'Alaih]

Maka hendaknyalah bagi seorang muslim, senang dengan datangnya ramadhan dan berbahagia dengan kehadirannyanya, dan menghadapinya dengan suka cita, serta menyibukkan dirinya pada ketaatan kepada Allah ﷻ , yakni waktu malamnya dengan qiyam (shalat), dan diwaktu siangnya dengan puasa, membaca Al-Qur'an dan dzikir, maka itu semua adalah harta melimpah, yang akan diperoleh seorang muslim.

Adapun tipe kelompok manusia yang kedua adalah mereka orang-orang yang dilalaikan dari Dzikrullah.

Siapakah mereka?
Mereka adalah yang apabila datang bulan ramadhan, mereka sibuk mempersiapkan program-program yang merusak, permainan yang melalaikan, sinetron-sinetron yang merusak akidah, acara-acara bodor dan lawakan yang menjauhkan diri dari dzikrullah dan pertandingan-pertandingan untuk menyibukkan kaum muslimin dari dzikrullah. Maka mereka ini adalah bala-tentara syaithan. Syaithan-lah yang mempersiapkan mereka untuk melakukan hal-hal tersebut.


Saudaraku...
Maka wajib atas seorang muslim untuk berhati-hati dari mereka ini dan memperingatkan manusia yang lain dari para tentara syaitan itu.


Ramadhan bukanlah waktu untuk bersenda gurau, bermain-main, menghabiskan waktu untuk nonton sinetron², hadiah², pertandingan², dan penyia-nyiaan waktu.

Tancapkanlah niat yang kuat mulai sekarang. Mantabkan semangat kita dalam menyambut ramadhan. Karena kita tidak pernah tau, apakah kita bisa berjumpa lagi pada ramadhan yang akan datang ?
Jangan-jangan Ramadhan tahun ini adalah ramadhan yang terakhir dalam sejarah kehidupan kita...
Seulamat menunaikan ibadah bulan suci puasa 1439 H - 2018.



Koordinator WAA
Nekhasan

Amanat Koordinator GAM Menyambut Milad ke 41

thumbnail

Published by waa aceh on Monday, 14 October 2019 | 01:29

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bangsa Aceh mulia yang dirahmati Allah.
Segala puji kita panjatkan kepada Allah Subhanahuwataala yang telah memberikan nikmat Iman dan Islam kepada kita semua yang mana, dapat kita bersama-sama menyambut Milad GAM yang ke 41 tahun pada hari ini.

Selawat dan salam ke haribaan Nabi Besar Muhammad Sallahualihi wasallam yang merupakan pimpinan agung ummat manusia sekalian. Baginda juga – sebagaimana yang sedang kita rayakan hari keputeraannya sekarang – telah memberikan bimbingan kepada seluruh manusia dan juga ummat Islam khususnya dalam menata cara hidup yang berakhlak karimah dan bermanafaat kepada manusia diseantaero dunia dalam segala keadaan.

Makanya Milad pada hari ini wajib kita renung sedalam-dalamnya perjalanan suci Rasulullah SAW dan kita kaitkan dengan perjuangan GAM selama ini yang memsuki ajang perdamaian selama 12 tahun ini. Muhasabah yang perlu kita lakukan adalah bagaimana usaha2 kita untuk menguatkan hablamminllah , hablam minannas dan ukhuwah Islamiyah sesama kita dalam menghadapi cabaran2 di masa akan datang.


Dalam perkara hablammminallah, sama-sama kita tingkatkan osaha-osaha menjunjung tinggi perintah Allah atas diri kita dalam melaksanakan al amar bil makruf wannahyi anil mungkar. Rahmat dan amanah yang telah Allah limpahkan dalam perdamaian ini apakah sudah kita laksanakan dengan sempurnanya? Masih adakan lagi teman-teman kita yang belum kita bantu sepatotnya? Lebih-lebih lagi kurban konflik, anak2 yatim dan janda konflik dan juga masyarakat yang masih lagi hidup dalam kemiskinan? Sekiranya hal-hal tersebut tidak kita selesaikan dengan sempurnanya, maka akan rugilah kesempatan waktu yang sedia ada untuk kita semuanya.

Damai yang bermartabat untuk semua. Itulah tema perdamaian yang telah kita sepakati. Damai telah kita capai tetapi harkat dan martabat bangsa Aceh masih lagi belum menyeluruh dapat kita pertingkatkan. Memang keadilan sepenuhnya tidak mungkin terjangkau dalam waktu dekat tetapi pemerataan itu adalah langkah utama dan terutama.


Ukhuwwah (kesatuan) sesama manusia itu juga sangat penting. Ini bukan saja di kalangan eks kombatan malah sesama masyarakat juga penting. Perjuangan GAM sampai saat ini dalam konteks damai, tidak akan bisa bertahan kalau tidak dengan dukungan masyarkat dan bangsa Aceh mulia. Janganlah kita bercerai-berai lagi dalam hal ini.

Dengan hati yang lapang sama-sama kita membangun Aceh bersama serentak dan memikul tanggungjawab kita masing2 menurut kadar kemampuan yang memungkinkan. Sekurang-kurangnya dengan doa demi kemaslahatan bangsa Aceh. Letakkanlah kepentingan bangsa di depan daripada kepenting kelompok dan peribadi.

Semoga Allah Merahmati roh rakan2 seperjuangan, pimpinan dan juga kurban kobflik yang berguguran demi untuk Aceh yang bermartabat. Amin.

Akirul kalam, kami mengucapkan selamat menyambut Milad dan Seulamat Menyambut Maulidir Rasul.

Wabillahi taufiq walhidayah Wassalamu Alaikum

Stockholm, Swedia
Bakhtiar Abdullah

Kordinator GAM

America

Random
Post

News In
Pictures

Conference

Asia

Afrika

Religion

Berita
Aceh

Dari
Opini

Masalah
Pendidikan

Tentang
Budaya

Fin Us on
Facebook

Video
WAA